Sosok bayangan semu akan selamanya berupa semu
Meski kadang akal selalu pinta menangis akan yang satu
Gelapnya malam tak mampu mengusik keberadaan itu
Sebuah rasa yang mengusik melintang di dasar hatiku
Entah mengapa demikian suka datang tak dapat disaru
Kembali aku terjerembab dalam alam pikiran berbatu
Gundah, gelisah saat menjelang hari menatap sang ratu
Kemudian beruntun jadi masa-masa yang berat selalu
Ah… kuyakinkan semuanya hanya aku yang tahu…
Segurat coretan hitam mengalir di atas kanvas kalbu
Ceritakan semua keluh kesah saat tiba mengusung rindu
Dalam tiap-tiap mata yang terpejam pada saat tidurku
Dalam seluruh mimpi malam yang meluruhkan egoku
Luas cakrawala tak mampu membendung bisikanku
Gaung gemanya terus terdengar talkinkan perasaan itu
Sedang sosok di hadapan tetap berdiri teguh bagai batu
Aku pun tak tahu seberapa lama kudapat simpan perihal itu
Ah… kuyakinkan semuanya hanya aku yang tahu…
Episode kehidupan terus lanjut dalam ragu
Yang kumau takkan ada seorang pun tahu
Dan kuyakinkan semuanya hanya aku yang tahu…

















