Misteri hidup memang tak pernah ada habisnya untuk dibahas. Di saat manusia dengan lengan kecilnya mencoba untuk mengayuh sampan hidup hingga tuju muara di sana. Tak bisa dipungkiri berbagai macam batu tlah menghantam, merintangi bahkan menjungkirbalikkan bahtera. Sekali lagi kucoba raih titik balik, dan kemudian gagal kembali.

Mungkin aku sudah terbiasa dalam kegagalan. Terperangkap di dalam sini tak tertolong lagi. 

Ya Ghauts… Demikian beban yang kutanggung. Ribuan rasa kematian yang menjemput. Saat papa tangan ini mencoba mengusirnya, tak cukup mampu menopang keakuanku.

Ya Ghauts… aghitsni aghitsni aghitsni… as-sa’ah..

8 Komentar

  1. is something worng with u there?
    wish u’d be ok…

  2. Sahabat Blogger..

    Saya mengundang sahabat (juga semua) blogger untuk menjadi salah satu blogger yang menyusun konsep “Indonesian’s Friendship Blogger”.Bisa merupakan dukungan,ide,saran,kritik,dll..:-)

    Salam hangat persahabatan selalu,

    Gusti Dana

  3. semoga Allah SWT memebrikan kemudahan..

  4. “semua ini akan berlalu”

  5. kelimaxxx

    yeah

  6. yang turun,
    .
    pasti naik

  7. Itulak kehidupan bagaikan roda yang terus berputar, terkadang berada di atas,terkadang berada di bawah…

    Salam damai selalu…

  8. coba tegakkan kepala, dan lihat sekitar, betapa banyak tangan menyorongkan dukungan dan bantuan


Tulis sebuah Komentar

*
*