Masa Kecil

Masa Kecil

Ingatkah engkau dulu… Masa kecil dimana kita habiskan beberapa napas di antara lembaran-lembaran kisah bersama. Saat kehidupan sekolah tua dalam kenangan, di antara tumpukan buku dan corat-coret tugas yang kita buat. Entah… setiap tahun yang terganti, lembaran yang berbeda pada saat kubuka album kenangan ini. Mungkin tidak selamanya… tapi tak dapat aku sembunyikan segala rasa…

Ingatkah engkau dulu… Setiap celoteh yang kaupunya membawa ceria pada hati. Saat panjat pohon jambu depan rumah. Mencoba merangkai setiap langkah sepulang kita sekolah. Entah… setiap tahun yang terganti, lembaran yang berbeda pada saat kubuka album kenangan ini. Mungkin tidak selamanya… tapi tak dapat aku sembunyikan segala rasa…

Ingatkah engkau dulu… Antara aku, kakakku dan engkau. Susuri setiap kayuh pada pedal sepeda. Berjalan tantang terpaan angin pada bujur pematang sawah di hadapan. Sebelum akhirnya kita semua terperosok pada lumpur dalam canda. Entah… setiap tahun yang terganti, lembaran yang berbeda pada saat kubuka album kenangan ini. Mungkin tidak selamanya… tapi tak dapat aku sembunyikan segala rasa…

Mungkin belum cukup aku dapat mengenalmu. Mungkin terlalu jauh aku tinggalkan kenangan atasmu… Mungkin sebelumnya tak pernah kukira berakhir demikian. Di antara kafan yang kau kenakan masih dapat kulihat kilas-kilas cahaya itu. Pada setiap kalimat yang kulantunkan, kucari sedikit harapan adakah kembalinya napas itu.

Setidaknya kusadari… Suatu saat nanti aku kan menyusulmu… Kuharap dirimu lepas dari segala bebanmu di dunia. Semoga terampuni segala dosa dan diterima segala amal. Semoga terwujud apa yang kaucita-citakan atas dunia dan dapat kauterima apa yang pantas di sana.

Maaf… untuk segalanya…
Maaf… untuk segalanya…
Maaf… untuk segalanya…

/*
in memory of Sofie Andriana Paramitha (1983-2005)
sepupu, adik dan seorang teman
*/

6 Komentar

  1. wah gila, gw kira cuma sebatas perpisahan dari sebuah perkumpulan/sahabat setia yang mana orangnya masih bisa kita temuin di dunia ini walau waktu dan tempat berbeda,
    ternyata…,

    hampir kanyut gw baca nya… :(

  2. wogh, pas baca kog guwe malah ngebayangin kaek sebuah film legenda di pedesaan yg keren banget lagi naek sepeda ontel bareng2…

    (kena virus pilem laskar pelangi nih guwe…)

  3. :( merinding…

  4. @AvesenaReza: kanyut tuh apa yak?

    @Nyurian: hahaha… minta donk klu ada donlotan laskar pelangi..

    @Toba: kenapa ba? sakit? kok merinding :P

  5. Ditinggalkan yang disayangi…
    Perputaran kehidupan yang tidak bisa diingkari….

  6. @Isfiya: kepastian namun tetap menyakitkan


Tulis sebuah Komentar

*
*