Skip navigation

Malam Seribu Bulan

Malam Seribu Bulan

Berikut ini adalah tulisan dari Ustadz Syamsuri Rifai yang bersumber dari ajaran Ahlulbayt dengan rujukan Tafsir Al-Mizan oleh Allamah Thaba’thabai.

Dengan basmalah dan shalawat semoga kita mampu memetik manfaat dan menguatkan iman islam kita. Amin…

Tafsir ini saya sarikan dari Tafsir Al-Mizan:

بسمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ‏

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فى لَيْلَةِ الْقَدْر.ِ وَ مَا أَدْرَاك مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيرٌ مِّنْ أَلْفِ شهْرٍ. تَنزَّلُ الْمَلَئكَةُ وَ الرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبهِم مِّن كلّ‏ِ أَمْرٍ. سلاَمٌ هِىَ حَتى مَطلَع الْفَجْرِ.

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam Al-Qadar. Dan tahukah kamu apakah malam Al-Qadar itu? Malam Al-Qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ar-Ruh dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”

Surat ini menjelaskan kepada kita bahwa: Al-Qur’an diturunkan pada malam Al-Qadar, keutamaan malam Al-Qadar lebih baik dari seribu bulan, para malaikat dan Ar-Ruh turun ke bumi atau ke langit bumi, kandungan maknanya menunjukkan bahwa surat ini di Madinah dikuatkan oleh riwayat-riwayat dari Ahlul bait (sa) juga dari Ahlussunnah.

Detail Tafsir

إِنَّا أَنزَلْناهُ فى لَيْلَةِ الْقَدْر

Dhamir (kata ganti nama) pada kalimat “innâ anzalnâhu” secara jelas menunjukkan pada keseluruhan Al-Qur’an, bukan sebagian ayat-ayatnya. Ini menguatkan bahwa turunnya Al-Qur’an di sini adalah turun sekaligus, bukan secara bertahap. Makna ini dikutkan juga oleh ayat yang lain yaitu:

وَ الْكتَابِ الْمُبِينِ‏ .إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فى لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ

“Demi kitab (Al-Qur’an) yang menjelaskan, sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi.” (Ad-Dukhkhan/44: 3)

Lahiriyah sumpah dengan Al-Qur’an dalam ayat tersebut menunjukkan secara jelas bahwa turunnya Al-Qur’an di sini sekaligus. Kemudian dikuatkan oleh riwayat-riwayat yang menjelaskan tentang turunnya Al-Qur’an sekaligus pada malam Al-Qadar.

Ayat tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa Al-Qur’an turun sekaligus kepada Nabi saw, tidak secara bertahap. Kemudian disempurnakan atau didetailkan selama 23 tahun sebagaimana diisyaratkan di dalam ayat berikut ini:

وَ قُرْءَاناً فَرَقْنَهُ لِتَقْرَأَهُ عَلى النَّاسِ عَلى مُكْثٍ وَ نَزَّلْنَهُ تَنزِيلاً

“Dan Al-Qur’an itu telah Kami turunkan secara bertahab agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.” (Al-Isra’: 106).

وَ قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ لا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْءَانُ جُمْلَةً وَحِدَةً كذَلِك لِنُثَبِّت بِهِ فُؤَادَك وَ رَتَّلْنَهُ تَرْتِيلاً

“Orang-orang kafir berkata: mengapa Al-Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus? Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil.” (Al-Furqan: 32)

Dengan penjelasan tersebut, maka tak perlu dihiraukan pendapat yang mengatakan: kalimat “Anzalnâhu” maksudnya Kami memulai menurunkan Al-Qur’an dengan sebagian ayat-ayatnya.

Juga tak perlu diperhatikan pendapat yang mengatakan: apa yang dijelaskan dalam surat Al-Qadar bukan atau beda dengan apa yang dijelaskan di dalam ayat:

شهْرُ رَمَضانَ الَّذِى أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ

“Bulan Ramadhan adalah bulan di dalamnya diturunkan Al-Qur’an.” (Al-Baqarah: 185).

Padahal kalau kita perhatikan malam Al-Qadar adalah bagian dari malam-malam Ramadhan. Adapun penjelasan secara lebih detail dapat kita baca dalam pembahasan riwayat tentang surat Al-Qadar.

Allah swt menamakan malam itu dengan malam Al-Qadar, maksudnya sudah jelas yaitu malam menetapan takdir. Yakni pada malam itu Allah swt menetapkan takdir segala persoalan dan kejadian dalam satu tahun, dari malam itu sampai malam Al-Qadar berikutnya. Penetapan takdir tentang: kehidupan dan kematian, rizki, kebahagian dan kecelakaan, dan lainnya. Hal ini seperti yang ditunjukkan di dalam surat Ad-Dukhkhan:

فِيهَا يُفْرَقُ كلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ. أَمْراً مِّنْ عِندِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ. رَحْمَةً مِّن رَّبِّك إِنَّهُ هُوَ السمِيعُ الْعَلِيمُ

“Di dalamnya diperjelas (dipilah-pilah) semua persoalan yang penuh hikmah. Yaitu persoalan yang besar dari sisi Kami, sesungguhnya Kami yang mengutus rasul-rasul, sebagai rahmat dari Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (Ad-Dukhkhan: 4-6)

Tidak ada persoalan besar yang penuh hikmah kecuali penetapan peristiwa dan kejadian secara pasti melalui takdir Ilahi.

Dengan penjelasan tersebut juga dapat dipahami bahwa malam Al-Qadar terjadi secara berulang setiap tahun Qamariyah. Yaitu malam ditetapkannya takdir persoalan dan kejadian dalam satu tahun, dari malam itu sampai malam Al-Qadar berikutnya. Malam itu adalah malam Al-Qadar, malam diturunkannya Al-Qur’an sekaligus kepada Nabi saw.

Kalimat “Yufraqu” dalam ayat tersebut menjukkan fi’il mudhari’ yang mengandung makna “berulang kali” kejadiannya hingga hari kiamat. Dan penguatnya adalah firman Allah swt dalam surat Al-Qadar, yaitu: “Malam Al-Qadar lebih baik dari seribu bulan, di dalamnya turun para malaikat dan Ar-Ruh.”

Macam-macam pendapat tentang malam Al-Qadar
Tentang malam Al-Qadar ada beberapa macam pendapat, antara lain:
Pertama: malam Al-Qadar terjadi hanya sekali tidak berulang setiap tahun.
Kedua: Malam Al-Qadar terjadi setiap tahun selama masa Nabi saw, kemudian Allah swt menghilangkannya.
Ketiga: Malam Al-Qadar hanya terjadi sekali sepanjang masa.
Keempat: Malam Al-Qadar itu terjadi sepanjang tahun, hanya saja terjadi perubahan sesuai dengan pergantian tahun, yakni tahun di bulan Ramadhan, tahun di bulan Sya’ban, tahun di bulan Rajab, dan bulan-bulan lainnya.
Kelima: yang dimaksud Al-Qadar adalah diturunkan, dinamakan Al-Qadar karena pada malam itu Al-Qur’an diturunkan dan harus meningkatkan ibadah. Pendapat ini hanya memfokuskan pada sisi turunnya Al-Qur’an dan meningkatkan ibadah di dalamnya.
Keenam: Al-Qadar artinya sempit dan sesak, dinamakan Al-Qadar karena pada malam itu bumi sempit dan sesak, karena turunnya para malaikat.

Kesimpulan
Malam Al-Qadar terjadi pada bulan Ramadhan setiap tahun. Di dalamnya ditetapkan takdir semua persoalan sesuai dengan masing-masing takdirnya. Hal ini tidak meniadakan adanya perubahan kejadian tahun itu sesuai dengan kondisi tahun. Perubahan kwalitas sesuatu yang ditakdirkan merupakan suatu persoalan, dan perubahan takdir persoalan yang lain. Hal ini seperti kemungkinan terjadinya perubahan kejadian-kejadian alamiyah sesuai dengan kehendak Allah swt tidak meniadakan ketentuan di Lawhil Mahfuzh “Di sisi-Nya ada Ummul Kitab” (Ar-Ra’d: 39).

وَ مَا أَدْرَاك مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ

Firman ini menunjukkan pada keagungan malam Al-Qadar, dan kemulian kedatangannya. Ini ditunjukkan adanya pengulangan kata “Laylah”, malam.

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيرٌ مِّنْ أَلْفِ شهْرٍ

Firman ini merupakan penjelasan global tentang ayat sebelumnya, tentang keutaman malam itu.

Yang dimaksud dengan Malam itu lebih baik dari seribu bulan dari sisi keutamaan ibadah di dalamnya. Sesuai dengan tujuan Al-Qur’an untuk mendekatkan manusia kepada Allah swt, sehingga menghidupkan malam Al-Qadar menjadi lebih baik dari ibadah seribu bulan, yang di dalamnya tidak terdapat malam Al-Qadar. Sebagaimana malam ini dijelaskan oleh ayat dalam surat Ad-Dukhkhan yaitu malam yang penuh berkah. Penjelasan lebih detail akan disebutkan dalam pembahasan riwayat.

Penjelasan tentang Malaikat dan Ar-Ruh

تَنزَّلُ الْمَلَئكَةُ وَ الرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبهِم من كلّ‏ِ أَمْرٍ

Pada malam itu turun para malaikat dan Ar-Ruh dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.

Yang dimaksud dengan kata “Ar-Ruh” dalam ayat ini adalah bukan malaikat Jibril, karena Jibril bagian dari malaikat yang telah disebutkan dalam kata “Al-Malâikah”. Ar-Ruh maksudnya adalah ruh dari Amr Allah seperti yang disebutkan di dalam ayat:

وَ يَسئَلُونَك عَنِ الرُّوح قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبى وَ مَا أُوتِيتُم مِّنَ الْعِلْمِ إِلا قَلِيلاً

Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: “Ruh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”. (Al-Isra’: 85)

Adapun yang dimaksud dengan kata “Amr” adalah persoalan atau urusan Ilahi sebagaimana yang dijelaskan oleh ayat:

إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شيْئاً أَن يَقُولَ لَهُ كُن فَيَكُونُ

“Sesungguhnya urusan-Nya jika Ia menghendaki sesuatu ia mengatakan padanya ‘jadilah maka jadilah ia’.” (Yasin: 82)

Ini menunjukkan bahwa turunnya para malaikat dan Ar-Ruh pada malam Al-Qadar merupakan awal mereka turun untuk mengatur urusan-urusan Ilahiyah dengan izin-Nya, termasuk di dalamnya persoalan dan kejadian alamiyah.

Kesejahteraan hingga terbit Fajar

سلاَمٌ هِىَ حَتى مَطلَع الْفَجْرِ

Kesejahteraan maksudnya adalah keselamatan dari segala penyakit lahir dan batin, fisik dan hati. Tentu dengan pertolongan Allah swt melalui kesempurnaan rahmat-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang datang menjumpai-Nya. Dan tertutupnya pintu-pintu penyakit baru berkat keistimewaan malam Al-Qadar, terutama pintu-pintu perangkap setan sebagaimana hal ini diisyaratkan di dalam sebagian riwayat.

Jadi, ayat “Pada malam itu turun para malaikat dan Ar-Ruh” hingga akhir surat menjelaskan kandungan makna “Malam Al-Qadar lebih baik dari seribu bulan”.
(Tafsir Al-Mizan oleh Allamah Thabathaba’i, jilid 20: 379-384)

Wassalam
Syamsuri Rifai

Disalin dari http://tafsirtematis.wordpress.com.

About these ads

  1. berarti, malam lailatul qadr tidak melulu ada di 10 hari terakhir ya?
    kan turunnya Qur’an pas malam tgl 17… :)

  2. @wennyaulia
    jika melandaskan tafsir Quran dengan Quran (tafsir Al-Mizan) maka turunnya Alquran dinyatakan pada malam Al-Qadar :) dan sesuai dengan riwayat-riwayat. Jadi jika ada pendapat Quran diturunkan pada malam 17 maka mungkin Layl Qadr pada malam itu. Tapi riwayat di sini lebih kuat disebut bahwa malam Qadr adalah malam 19, 21, 23 Ramadhan. Mengenai ulasan ttg Nuzul Quran 17 menurut tafsir Ad-Durrul Mantsur, Jalaluddin As-Suyuthi. :). Lebih lanjutnya bisa dibaca di Surat Al-Qadar dalam Kajian Riwayat :)

  3. hiksss.. berat neh topik nyah..
    nyerah deh, ga brani koment..

  4. bermanfaat juga nieh…tafsirnya…

  5. menurut sayah,
    tulisan ini lebih baik di print, kemudian dibaca dan berusaha difahami, karena kalau baca di internet mata sakit, padahal tulisannya bagus.

  6. @Novee
    lho kenapa ga komen mpok… :)

    @Ma2nn_smile
    alhamdulillah kalau bermanfaat :)

    @Subpokjepang
    bener juga tuh… saya juga kadang ngerasa mata berair karena ga pergi2 dari depan komputer. alhasil sekarang min mata kayaknya nambah terus.. :D

  7. Subhan’Alloh……..

  8. @koekoeh
    terimakasih komennya

  9. Keren Banget Ree…Thx banget yah….bookmark dulu..

  10. @JoVie
    makasih apresiasinya :)

  11. Pada malam itu al-Qur’an diturunkan secara keseluruhan dari Laufuz Mahfuz ke Baitul ‘Izzah (langit bumi), lalu diturunkan secara bertahap kepada Nabi SAW selama kurang lebih 23…

    Untuk kapan Lailatul Qadar itu terjadi, sejauh yang saya pahami itu terjadi setiap tahun sejak pertama kali terjadi saat diturunkannya wahyu al-Qur’an kepada nabi Muhammad SAW di gua Hira,sampai akhir zaman nanti. Dan meskipun banyak pendapat bahwa malam itu akan terjadi di 10 hari terakhir bulan Ramadhan, pada tanggal2 ganjil, serta berbagai pendapat lainnya, menurut saya allah itu mempunyai kehendak sendiri kapan malam itu kan terjadi, oleh karena itu kita wajib selalu mendekatkan diri kita pada-Nya.

    Itu dulu Mas… untuk yg lain bisa disambung besok ya..
    Terima kasih bagt lho mas kemarin dah mampir ke blog sy n met kenal… good luck..

  12. salam kenal,
    ini amat yang komen soal doa kumail kemarin

    aku pernah baca tafsir soal ruh Allamah Thabathaba’i.

    ruh tersebut dialam jabarut. kalo tidak salah ingat imam ja’far membahas soal ini, kayaknya soal pohon bidara.

    sebagai pembanding (klo mau) bisa baca dewaruci(bima kecil) bima, itu kan ruhnya bima dialam jabarut

  13. @amat ahsanta, pembahasan yang sangat menarik. semoga Allah kenankan kita bertemu di dunia ini maupun di keabadian nanti dalam sebaik-baiknya :)

  14. @arif terimakasih atas tambahan2nya :)

  15. SUBHANALLAH INDAH SEKALI…..

  16. Saya pernah dengar bahwa di malam ini, semua dosa kita akan diampuni. Ada lirik lagu “Laylatul Qadr”

    Marga satwa tak bangun..
    Gunung menahan nafasnya..
    Anginpun berhenti..
    Pohon2 tumbang..
    Dalam gelap malam..
    Pd bulan suci Qur’an turun ke bumi..
    Inilah malam seribu bulan
    Ketika cahaya surga menerangi bumi
    Ketika cahaya surga menyinari bumi
    Inilah malam seribu bulan
    Ketika Tuhan menyingkap air mata kita
    Ketika Tuhan menyingkap dosa dosa kita

    Pada bulan suci, Qur’an turun ke bumi, OOH SUBHANALLAH…. Al Qur’an adalah sesuatu yang sangat menakjubkan bagi saya. Sangat spesial, dan sangat menakjubkan karena Buku Ini merupakan mukjizat Allah SWT yang paling dan sangat MULIA


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: